Assesing Fishery Productifity (Chapter 3/Book : Fishing Grounds)

Susan Hanna,et al

Diterjemahkan Oleh :
MUSLIM TADJUDDAH

Menaksir Produktivitas Perikanan

Produktivitas bisa diartikan sebagai hasil yang menguntungkan, tetapi makna produktivitas dari sisi perikanan jauh lebih kompleks, karena memiliki dimensi-dimensi yang berbeda. Produktivitas tidak hanya pada kemampuan populasi ikan menghasilkan ikan, akan tetapi juga kemampuannya untuk memberikan nilai ekonomi dan keuntungan-keuntungan sosial.
MSFCMA menghendaki sektor perikanan dikelola untuk menyediakan keuntungan seluas-luasnya untuk bangsa, khususnya untuk “food production” serta bidang rekreasi (kegiatan pemancingan), dan agar menjaga stok ikan pada level yang dapat menghasilkan hasil yang optimum untuk jangka waktu yang lama. Optimum yield (keuntungan optimum) sebagai hasil yang menciptakan keuntungan yang terbaik, bukan pada bobot ikan yang besar namun hasil optimum dapat terjadi pada tangkapan yang lebih kecil jika biaya penangkapan tinggi, jika pasar menyerap hanya pada jumlah yang kecil, dan jika masyarkat menghargai rendah bobot ikan. Sebelum tahun 1996 amandement MSFCMA, hukum mendefinisikan hasil optimum sebagai hasil maksimum yang berkelanjutan diartikan sebagai modifikasi dari faktor-faktor sosial, ekonomi dan ekologi lebih dari atau kurang dari hasil maksimum yang berkelanjutan. Tahun 1996 amandement menempatkan “as moficated by” (sebagai modifikasi dari) dengan sebagai pengurangan untuk menjamin bahwa produktivitas opt imum tidak bisa di set pada level di atas hasil maksimum yang berkelanjutan
Kelayakan dari menggunakan produksi maksimum berkelanjutan sebagai tujuan pengelolaan perikanan masih diperdebatkan. Yang terpenting sebenarnya adalah bukan menangkap ikan sebanyak-banyaknya akan tetapi sebagai kontributor utama terhadap keuntungan-keuntungan perikanan yang membuat produktivitas perikanan adalah produktivitas tersebut menghasilkan nilai-nilai ekonomi dan sosial.


%d blogger menyukai ini: